5 Kesalahan Umum Website Company Profile yang Bikin Calon Klien Kabur

19 March 2026 sashindo

Website sudah ada. Desainnya bagus. Tapi tidak ada yang menghubungi.

Ini keluhan yang sering kami dengar. Dan setelah melihat banyak website company profile dari berbagai bisnis, polanya hampir selalu sama — ada beberapa kesalahan yang terus berulang.

Ini bukan soal desain yang jelek atau warna yang salah. Ini soal bagaimana website bekerja sebagai alat bisnis.

1. Tidak Ada CTA yang Jelas

Pengunjung datang ke website Anda, membaca sebentar, lalu pergi — karena mereka tidak tahu harus melakukan apa selanjutnya.

Setiap halaman harus punya satu tujuan yang jelas dan satu ajakan bertindak (CTA) yang mudah ditemukan. Bukan tiga tombol sekaligus, bukan link tersembunyi di footer. Satu. Yang paling penting.

Untuk company profile: tombol “Hubungi Kami” atau “Konsultasi Gratis” harus terlihat tanpa harus scroll jauh.

2. Terlalu Banyak Bicara Tentang Diri Sendiri

Kalimat pertama di banyak website company profile berbunyi: “Kami adalah perusahaan yang berdiri sejak…”

Calon klien tidak peduli dengan sejarah Anda — setidaknya bukan di detik pertama. Yang mereka peduli adalah: apakah Anda bisa menyelesaikan masalah saya?

Balik urutan prioritasnya. Mulai dari masalah yang Anda selesaikan, bukan dari profil perusahaan. Profil bisa datang belakangan.

3. Tidak Ada Bukti Sosial

“Kami adalah yang terbaik di bidangnya” — klaim seperti ini tidak ada nilainya tanpa bukti.

Bukti sosial tidak harus berupa testimoni panjang-panjang. Bisa sesederhana: nama klien yang pernah dilayani, logo perusahaan, angka yang terukur (“50+ proyek selesai”), atau kutipan singkat dari klien.

Jika belum punya testimoni, mulai minta sekarang — setelah setiap project selesai, minta klien 2–3 kalimat tentang pengalaman mereka.

4. Kecepatan Loading yang Lambat

Studi menunjukkan bahwa 53% pengunjung mobile meninggalkan halaman yang butuh lebih dari 3 detik untuk loading.

Penyebab paling umum: gambar yang tidak dikompres. Foto resolusi tinggi yang langsung diupload tanpa dikompress bisa berukuran 5–10MB — dan itu hanya untuk satu gambar.

Solusi sederhana: kompres semua gambar sebelum upload menggunakan tinypng.com. Gratis, mudah, dan bisa memangkas ukuran file hingga 70% tanpa perbedaan kualitas yang terlihat.

5. Tidak Diperbarui

Website yang terakhir diupdate dua tahun lalu — dengan berita perusahaan dari 2022 dan portfolio yang sudah tidak relevan — memberikan sinyal yang salah: bisnis ini mungkin sudah tidak aktif.

Anda tidak perlu update setiap minggu. Tapi minimal setiap 3 bulan: perbarui portfolio, tambah satu artikel, atau update informasi kontak jika ada perubahan.

Website yang hidup menunjukkan bisnis yang hidup.

Satu Hal yang Perlu Diingat

Website bukan brosur digital yang selesai sekali buat. Website adalah sales tool yang perlu terus bekerja untuk bisnis Anda.

Jika Anda merasa website yang sekarang tidak menghasilkan apapun, kemungkinan besar bukan karena desainnya — tapi karena tidak dirancang sebagai alat konversi sejak awal.

Lihat bagaimana kami membangun website company profile yang bekerja sebagai alat bisnis, bukan sekadar kehadiran online.