Tahapan Membuat Toko Online

Tahapan Membuat Toko Online

Tahapan membuat toko online, dari pemilihan domain sampai menghasilkan keuntungan (profit). Banyak sekali bisa kita dapatkan tool ataupun CMS untuk membuat toko online. Beberapa tool toko online yang paling sering kita jumpai diantaranya toko online menggunakan wordpress, OpenCart, OsCommerce, dll. Atau toko online yang berada di hosting gratisan seperti blogspot. Tetapi banyak juga sekarang layanan gratis toko online yang kita jumpai di Facebook. Silahkan browse aplikasi toko online di facebook, karena kali ini saya hanya akan menulis sedikit pengalaman saya bagaimana alur membuat toko online untuk self hosting atau hosting kita sendiri. Untuk pembelian domain dan hosting, kita bisa browsing di internet. Beragam paket dan layanan yang diberikan oleh penyedia jasa domain dan hosting.

Tahapan untuk Membuat Toko Online:

  1. Domain untuk Toko Online
    Pemilihan nama domain untuk toko online kita merupakan langkah awal sebelum kita mempunyai sebuah website toko online. Pemilihan nama domain ini terkait dengan jenis usaha atau produk yang akan kita pasarkan di internet nantinya. Misalkan produk yang akan kita pasarkan adalah baju anak, akan lebih baik kalau pemilihan nama domain tidak jauh dari handycraft tersebut. Pemilihan nama domain juga menyangkut aspek niche atau keyword yang banyak dicari oleh pengguna internet. Pemilihan domain sebaiknya yang berektensi .com. Harga domain .com sekitar Rp. 80.000 – Rp. 100.000 per tahun
  2. Hosting untuk Toko Online
    Kita harus lebih selektif dan hati-hati untuk berlangganan hosting. Pilihlah layanan hosting yang mempunyai fasilitas yang sekiranya kita butuhkan nantinya untuk membuat toko online. Layanan teknical supportnya juga harus kita perhatikan, harus bagus dan online 24jam. Untuk pemilihan server, kalau pasar kita nantinya kebanyakan adalah pasar dalam negri, maka sebaiknya kita pilih server yang berada di Indonesia (IIX) dan sebaliknya kalau pasar kita mayoritas berada di luar negri, maka kita pilih server yang berada di luar negri pula. Akan tetapi pemilihan server ini relatif, kalau saya sendiri pemilihan server lebih baik memilih server yang berada di dalam negri, ini kaitannya dengan koneksi internet yang kadang membuat kita pusing alias lambat. Kalau letak server di indonesia, maka koneksi akan lebih cepat dibandingkan dengan server luar negri. Untuk alasan lain mungkin teman-teman mempunyai alasan sendiri-sendiri. Untuk layanan hosting, saya sarankan teman-teman bisa melihat di Masterweb. silahkan klik di sini atau silahkan lihat Tips Memilih Web Hosting
  3. Software Toko Online
    Ini juga tergantung kita akan menggunakan software toko online seperti apa. Banyak pilihan software toko online, wordpress, OpenCart, OsCommerce, ZendCart, Magento, dll. Kalau saya kebanyakan memakai WordPress dan OpenCart. Karena lebih familiar dan banyak tool untuk mendobrak SEOnya. Sehingga lebih cepat untuk mendapatkan traffik website yang tinggi dan mendatangkan banyak pengunjung website.
  4. Design Toko Online

    Bicara design juga relatif, yang pasti tidak jauh dari jenis produk yang dipasarkan di toko online. Dari design yang meriah ataupun design yang sederhana atau tidak terlalu banyak animasi. Yang penting design toko online kita dapat dinikmati dan tidak membuat pembeli kebingunan, artinya menu dan link yang kita sajikan di toko online mudah dijelajahi oleh pembeli kita.
  5. Update Produk Toko Online
    Produk toko online hendaknya menyajikan informasi yang jelas, baik gambar, deskripsi atau penjelasan produk dan harga. Setiap produk yang kita jual di toko online sebaiknya mempunyai kode agar mempermudah kita nantinya dalam membuat laporan penjualan.
  6. Modul Toko Online
    Modul yang sering digunakan dalam pembuatan toko online, modul pembayaran dan pengiriman. Modul pembayaran kebanyakan adalah Transfer bank. Selain mudah, metode transfer ini mengantisipasi dari pembeli yang nakal, intinya setelah pembeli mentransfer ke rekening kita, maka kita baru akan mengirimkan barang yang dipesan oleh pembeli.
    Sedangkan modul pengiriman yang banyak dipergunakan adalah menggunakan jasa Tiki dan JNE. Salah satu contoh yang bisa kita coba, OpenCart sudah mempunyai modul pengiriman dengan menggunakan Tiki.
  7. Keuntungan (Profit)
    Ini mungkin yang terakhir, profit atau keuntungan dari toko online. Ya, tentunya teman-teman sudah mempunyai catatan sendiri tentang keuntungan dari hasil penjualan toko online.

Selamat! Kita sudah mempunyai toko online. Untuk mendapatkan penghasilan sampingan dari internet membutuhan usaha yang tidak mudah. Jika mudah pasti semua orang akan berjualan di internet, bukan? Setelah toko online dibangun, tinggal bagaimana cara kita mengoptimalkan toko online kita. Sekian dulu, semoga memberikan manfaat  artikel Tahapan Membuat Toko Online ini.

There are 2 comments for this article

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*